ATTITUDE

12 03 2007

Kenapa sulit sekali menuangkan apa yang ada di kepala….coba tebak apa yang ada di kepalaku…???apa yang ingin ku tuangkan…???apakah secangkir kopi panas, segelas teh hangat atau jutaan sperma yang ingin ku muncratkan, atau malah muntah…????!!!
Beberapa waktu lalu ada yang bertanya pada saya, “kenapa temen-temenmu pada pake kaos ketat, celana ketat, rambut poni menceng, style distro gitulah….???”,Sebenarnya kalian bergaya seperti itu untuk apa…???”
Jawab saya singkat, “ATTITUDE !”
“Lho apa hubungannya..???”
Begini lo mas…mbak…?!
Pernahkah kita bertanya, kenapa para buruh di Inggris pake kaos kerah, pake bretel, kepala plontos.Kenapa Punk berambut mohawk,pake baju ketat,celana ketat, pake boot,pake piercing. Kenapa anak-anak metal berambut gondrong, pake hitam-hitam, dandanan sangar. Kenapa para skateboarder lebih suka pake celana longgar, kaos longgar, pake topi, dan cenderung seperti keseharian.Kenapa para rider pake jaket kulit bertuliskan merk motor,atau logo komunitasnya,dsb…..yap banyak contoh lainnya lah…temen-temen mesti udah paham kan maksudnya…???
Attitude = sikap…..ada kalanya seseorang ingin menunjukkan siapa dirinya kepada orang lain. Berbagai cara digunakan, mulai dari cara bertata laku, pakaian, gaya bicara, gaya duduk, gaya berjalan, atau gaya-gaya lainnya…?! Namun sebelumnya saya akan melakukan sikap defense, bahwa apa yang saya tulis ya tidak dikaji secara ilmiah dan lebih banyak ngawurnya lah…?!
Masalah gaya dalam dunia indie memang banyak atribut yang mempengaruhinya, namun mari kita coba lihat dari sisi sejarah dulu…?!
Berbicara fashion tidak bisa lepas dari sejarah atau dasar empirik yang pernah terjadi. Kita tahu bagaimana Punk yang merupakan sub budaya yang lahir di Inggris pada tahun 70-an itu telah membawa pengaruh yang kuat bagi perkembangan fashion anak muda saat ini. Rambut mohawk anak punk merupakan bentuk protes mereka terhadap orang kulit putih yang terus memberangus keberadaan suku indian. Rambut warna-warni merupakan salah satu simbol perlawanan terhadap pola pikir feodal, kolot dan konservatif yang kaku. Penggunaan sepatu tinggi (boot) merupakan protes terhadap militeristik aparat yang sering kali menyalahgunakan seragamnya. Pakaian ketat dengan emblem merupakan simbol perlawanan terhadap tren kaum borjuis kapitalis yang terus mengeksploitasi dan menghisap manusia lain dan terus melakukan pemborosan dan perusakan global. Jadi di sini pada dasarnya apa yang coba disimbolkan memiliki makna perlawanan atau counter terhadap culture global yang ada. Skinhead adalah komunitas pekerja atau buruh di Inggris, yang menyukai musik Punk yang melakukan kegiatan pesta dengan membuat even musik Punk di waktu istirahat guna mempererat rasa persaudaraan mereka. Mereka mempunyai ciri-ciri kepala plontos, memakai bretel, celana jins dan sepatu boot atau Doctor Marten. Mereka berpakaian seperti itu memang pada waktu itu hampir seluruh buruh Inggris menggunakan pakaian tersebut untuk bekerja. Mereka memperjuangkan hak buruh yang terus dihisap oleh kaum borjuis kapitalis. Hal ini telah membudaya hingga saat ini, sehingga pakaian tersebut selalu dipakai para Skinhead dimanapun.
Era 40-50-an di Amerika, budaya parental yang pada waktu itu dianggap mapan yang mungkin bisa diilustrasikan sbb, “ sebuah keluarga yang harmonis dimana bapak berangkat kerja 9 to 5, senin-sabtu, ngumpul share antar anggota keluarga dengan nuansa dimana orang tua sangat dihormati secara kaku, sambil mendengar musik Picadelic yaitu musik populer yang bersih nyaris tanpa distorsi dan bernuansa dansa seperti salsa atau cha-cha yang mengeksplorasi alat musik secara lengkap dan taat koridor, macam Frank Sinatra, Everly Brothers yang bersih, rapi, eksklusif,dan nyaris tanpa letupan emosi perlawanan. Lalu ikon fashionnya mungkin bisa dilihat dengan pakaian yang rapi dengan jas,dasi dan konservatif.”, berkembang dengan pesat.  Hal ini juga tidak lepas dari pengaruh politis Amerika dimana dia sudah mulai menganggap dirinya sebagai negara super power karena kesuksesan di PD II. Sedangkan isu yang dibawa adalah kaptalisme yang jelas anti komunis karena mereka menganggap ideologi ini berbahaya, Hak Asasi Manusia, dan melakukan perlawanan terhadap negara-negara yang masih kental komunisnya macam Vietnam, Kuba, Korea, negara-negara Eropa Timur dan bahkan Indonesia. Dengan kondisi ini Amerika melakukan program wajib militer terhadap warganya untuk dipersiapkan perang. Kondisi ini malah membuat paranoid warga Amerika sendiri, bahkan rumah-rumah mereka dibangun bungker karena takut diserang, meskipun hal itu tidak pernah terjadi. Amerika yang sudah merasa besar bahkan tidak bisa menangani negara-negara kecil macam Vietnam, Kuba dan Korea itu. Hal ini telah membuat frustrasi warga Amerika sendiri dan melahirkan suatu pola budaya ketidakpercayaan terhadap orang tua, pemerintah, dan sistem di Amerika sendiri. Dominasi gereja yang berpengaruh pada pola pikir dan mental “taat dan patuh” dengan sudut pandang kacamata kuda juga sangat mempengaruhi sikap masyarakat saat itu.
Era 60-70-an, di sini mulai timbul suatu pemberontakan akibat hal di atas, trauma akibat perang, lalu penolakan wajib militer yan mengakibatkan mereka harus minggat atau bersembunyi dari pemerintah, pengekangan ekspresi wlayah berkesenian dan berbudaya membuat mereka resah dan berusaha menolak itu semua. Lalu muncul ikon-ikon pemberontak macam Jimmy Hendrik yang liar diantara dominasi kulit putih dan sistem yang kaku dengan gitarnya yang full distorsi. Led Zeppelin yang awalnya dari Inggris namun besar di Amrik, Deep Purple, mungkin generasi inilah pelopornya. Ada lagi Janis Joplin dan Jim Morrison dari The Doors. Lalu muncul aktivitas-aktivitas extreme yang juga dekat dengan musik semisal surfing atau skateboard. Dalam proses menghasilkan masterpiece atau karya yang luar biasa mereka sangat dekat dengan wacana yang biasa disebut drug, sex, dan rock’n roll. Pemahaman drug, sex and rock’n roll muncul karena sikap perlawanan mereka terhadap perang dan kondisi carut marut saat itu. Drug menjadi media untuk mendapatkan kesenangan dan ekstase dari sulitnya mendapatkan ketenangan. Sex menjadi sarana pelampiasan dari sulitnya mereka berbagi, karena sulitnya memperoleh kepercayaan. Rock’ n roll adalah alat atau senjata berupa musik yang lebih bersifat perlawanan. Rock’ n roll adalah jenis musik, dan biasanya dicirikan degan sound distorsif, dan di tahun segitu musik-musik mereka sudah cukup mencengangkan dan dianggap bikin kuping bising, namun kemudian pemahaman ini berkembang bukan hanya sekedar musik, tapi juga movement,fashion, gaya hidup,atribut,perilaku dan sikap yang seringkali kritis dan dianggap menyimpang dari apa yang umum. The Beatles dari Inggris, sekalipun dari segi musik diangap cukup pelan namun justru dia yang paling terlihat terkena atau membawa pengaruh sex, drug and rock’n roll itu. Kemudian di era ini banyak bermunculan kaum dan komunitas hippies yaitu kaum yang berusaha meninggalkan kehidupan mapan, tidak mau kerja dan mempunyai slogan “hidup itu cinta”, “make love not war”,dsb. Lambang merpati sebagai lambang perdamaian sangat populer di masa itu.
Era 70-80-an Sex Pistols bisa di bilang salah satu pelopor Punk yang cukup berpengaruh terhadap pola perlawanan terhadap mainstream saat itu. Pada perjalanannya mereka menjawab dan menjadi counter dominasi band-band pendahulunya macam The Beatles, Elvis Presley, Rolling Stones, atau lainnya yang saya sebut di atas. Mungkin rangkuman cerita lebih detail bisa didapatkan di berbagai tulisan…atau kapan2 kita ulas satu-persatu…?!
Yap lalu apa hubungannya dengan fashion?
Di masa itu tiap ikon coba memberikan bentuk pengkritisan dan perlawanan konkrit lewat berbagai cara. Mulai dari musik,lirik,tulisan hingga apa yang mereka pakai. Led Zeppelin dengan rambut gondrong sangar. Jim Morrison dengan rambut gondrong dan celana ketat, dimana masa itu lagi tren celana cutbray (red-cutbrey kali ya..hahaha…ilat Indonesia). Ramones dengan jaket dan celana kulit, rambut gondrong metal jadul berponi dengan pin menempel di jaketnya. Lalu Sex Pistol dengan rambut acak-acakan,warna-warni,kalung bandul gembok, peniti jadi tindik,dsb. Lalu Exploited dengan rambut Mohawk, full piercing dan spike seta lirik kritisnya. Dan mungkin masih banyak contoh lainnya yang tentunya berbeda bentuknya tergantung dari latar belakang masing-masing. Mereka coba mengekspresikan apa yang mereka lawan dengan fashion. Memakai kaos yang berisi tulisan propaganda anti perang, memakai celana sobek sebagai bentuk protes terhadap perusahaan celana atau sebagai lambang pembelaan terhadap kemiskinan, atau bahkan hanya untuk menunjukan bahwa, “apa masalahnya dengan pakaian sobek, toh saya tetep manusia?”, atau bahkan karena tidak ingin disebut anak manis, anak mamih, anak rumahan,dsb. Kemudian rambut gondrong awalnya adalah sebuah bentuk protes mereka terhadap wajib militer yang mengaharuskan berambut cepak, mereka ingin membuktikan bahwa rambut gondrong bukanlah penyebab seseorang menjadi tidak disiplin dan tidak bisa perang. Semua itu terjadi bukan serta-merta karena kejenuhan. Ini bukanlah pola liberalisasi atau pencarian kebebasan secara penuh seperti yang selama ini kebanyakan orang pahami. Ini adalah sikap yang berdasar pada bentuk perlawanan mereka terhadap dominasi sistem yang dianggap sudah tidak becus dan tidak mereka percaya. Memang akhirnya nilai-nilai ini bergeser karena apa ya???banyak faktor lah??!!…..yap mngkin inilah lingkaran…?! Sebagai contoh, Rolling Stones melakukan counter dominasi The Beatles, sedangkan Sex Pistols yang  berperan sebagai counter dominasi Rolling Stones. Bahkan untuk tahun 2000 ini musik-musik Picadelic malah menjadi counter terhadap dominasi pop mainstream saat ini. Tentunya dengan caranya masing-masing, sekalipun semangat yang diusung sedikit sama yaitu….perlawanan terhadap dominasi mainstream (against mainstream).
Di sini saya tidak akan men-generalisir masing-masing ikon terhadap apa yang menjadi attitude (sikap) itu sama, namun saya akan katakan bahwa apa yang coba di sikapi adalah bentuk pengkritisan dan perlawanan terhadap pola mainstream yang mendominasi culture saat itu. Dan ini sangat berbeda satu sama lain, bergantung pada cara, sudut pandang, dasar (roots) dan karakter masing-masing. Jika pada akhirnya counter culture tersebut akhirnya menjadi dominan, maka akan segera kita dapatkan counter culture baru yang akan menjadi antitesa dari culture mainstream dominan sebelumnya. Artinya segala sesuatunya bisa saja berubah baik itu caranya,bentuknya atau yang lain, namun yang perlu digaris bawahi adalah bahwa di sini ada sebuah semangat atau nilai untuk memberikan counter atau perlawanan terhadap apa yang dominan, dan itu bisa dilakukan jika tahu dan paham roots atau akarnya.

aXb,2007

xabex7@yahoo.com
m_abe7@yahoo.com


Actions

Information

4 responses

19 03 2007
bolore

Gw suka nih tulisan beginian, jadi inget kuliah dulu. Bahas dong subkultur punk di era modern ini, kayaknya dah berkembang pesat deh.
Btw, ada merchandize yah ? mau dong . . .

22 03 2007
Yulmi

Jangan cuman ngebahas punk. Yg lainnya juga dong seperti skinhead, Oi!, Anarkhis. Dan hubungan di antara “mereka”

16 07 2007
anto buluk

aloha …

wah..wah ada om bolorz …
bolor yang itukah? penyemplak tiger, sk8er jadul …

hmm …
Attitude

7 10 2007
fenda

mas..mas…
apa jawaban dr smua itu adlh attitude?
klo aq lihat si skrg yg ada cmn fashion…
fashion core lahh….
kasiaan yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.